download disini
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
download disini
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
|
Oleh Abdullah Yazid* |
DIarsipkan di bawah: Berita | Leave a Comment »
Beberapa kiai struktural di lingkungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng mengimbau kepada pengurus DPP PKB untuk kembali menggunakan AD/ART partai setiap kali mengambil keputusan. Imbaun itu antara lain disampaikan Ketua Dewan Syura DPC PKB Sragen KH Haris, Kamis (3/5), menanggapi keputusan DPP yang menetapkan KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) sebagai Pejabat sementara (Pjs) Ketua DPW PKB Jateng.
Kiai Haris menilai, penetapan Gus Yusuf sebagai Pjs sebagai ketua DPW dalam rapat pleno lalu tidak sesuai dengan AD/ART PKB. Karena itu dia mengajak agar semua pengurus PKB mau belajar dari pengalaman tersebut.
”Cukup proses penarikan Karding ke DPP saja yang tidak sesuai dengan AD/ART. Proses berikutnya hendaknya mengacu pada AD/ART PKB. Keputusan yang sesungguhnya tidak pas, jangan terus diulang-ulang,” kata dia.
Penilaian serupa disampaikan Ketua Dewan Syura DPC PKB Boyolali KH Hamid. Menurut Kiai Hamid, penetapan Pjs mempunyai tujuan untuk mengisi lowongan jabatan pengurus. Penetapan Pjs itu dilakukan melalui rapat pleno dewan pengurus di mana lowongan jabatan itu terjadi.
Pengurus Wilayah
”Seandainya yang lowong itu merupakan jabatan ketua DPW, berarti penetapan Pjs untuk menggantikannya harus melalui rapat pleno pengurus wilayah,” katanya.
Dijelaskan, dalam Bab V AD/ART PKB khususnya Pasal 23 dijelaskan, jika terjadi lowongan personalia dewan pengurus partai yang dipilih secara langsung dalam forum permusyawaratan tertinggi partai, maka pengisian lowongan jabatan atau penggantinya juga hanya dapat dilakukan melalui forum permusyawaratan tertinggi luar biasa atau forum permusyawaratan tertinggi khusus sesuai tingkatannya.
Ayat 3 pada Pasal 23, kata Kiai Hamid, sebelum ada keputusan pengisian lowongan jabatan, dewan pengurus partai dapat mengisi lowongan tersebut dengan menunjuk pejabat sementara (pjs) yang disahkan melalui surat keputusan Dewan Pengurus Partai pada tingkatan masing-masing melalui rapat pleno. ”Menawi mboten klintu, dalam AD/ART PKB demikian. Lebih pas lagi dalam AD/ART disebut pengisian lowongan antarwaktu personalia dewan pengurus partai,” ujarnya.
Singkatnya, kata Ketua DPC PKB Purbalingga H Sudarno, kalau Abdul Kadir Karding diberhentikan sebagai ketua DPW sehingga terjadi kekosongan jabatan ketua DPW, kekosongan itu harus diisi melalui Muswillub. ”Karena Kadir dipilih lewat forum Muswillub, sebelum dipilih harus ditunjuk Pjs maka sesuai AD/ART mestinya penunjukan dan penetapan Pjs melalui rapat pleno DPW. Jadi bukan ditunjuk atau ditetapkan oleh rapat pleno DPP. Saya kira ini yang tidak pas. (suara merdeka, Jum’at, 4 Mei 2007)
DIarsipkan di bawah: Politik | Leave a Comment »
JAKARTA – Rencana Indonesia mengundang para pemimpin Islam dunia untuk merumuskan penyelesaian masalah Timur Tengah menjadi pertanyaan bagi Amerika Serikat. Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS John A. Heffen menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Hasyim Muzadi untuk menanyakan posisi ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.
“Saya katakan, NU tidak bekerja untuk Iran, Amerika, Arab Saudi, Iraq, atau yang lain. NU bekerja untuk perdamaian, kemanusiaan, serta keadilan,” ujar Hasyim setelah pertemuan tertutup dengan John di Kantor PB NU, Kramat, Jakarta Pusat, kemarin.
Setelah pertemuan sekitar sejam itu, John langsung meninggalkan tempat dan tidak memberikan keterangan kepada pers.
Pertemuan akbar antara para pemimpin Islam rencananya dilaksanakan pada 3-4 April 2007. Tamu yang diundang sebanyak 21 orang. Bukan hanya para pemimpin formal, petinggi-petinggi Islam nonformal pun akan diundang. “Yang diundang memang terbatas, hanya yang bersangkut paut dengan masalah Iran, Iraq, Palestina, dan Lebanon Utara. Ulama Timur Tengah sampai para pemimpin lapangan yang sering ikut berperang,” jelasnya.
Hasyim juga membantah bahwa sikap politik NU mulai berubah karena sering mengeluarkan pernyataan mendukung perang melawan teroris. Bahkan, beberapa kali Hasyim menyatakan mendukung AS dalam memerangi terorisme. “Kami tidak bergeser ke kanan, tapi hanya kembali ke tengah. Sebab, mungkin kami terlalu lama berada di kiri,” ujarnya.
Namun, dia mengingatkan bahwa NU sama sekali tidak berpretensi menyelesaikan konflik Timur Tengah. Alasannya, masalah tersebut sudah sangat kompleks. Konflik Timur Tengah telah bercampur dengan faktor budaya, sekte, sentimen balas dendam, sejarah, hingga intervensi asing. “NU memilih lebih baik bertindak daripada tidak sama sekali,” tegasnya. (Jawa Pos, Jum’at, 23 Maret 2007)
DIarsipkan di bawah: Berita | Leave a Comment »
DIarsipkan di bawah: Kader | Leave a Comment »
LIGA Indonesia 2007 telah memasuki pertandingan ke-2, bisa dilihat para kontestan sebisa mungkin memenangkan pertandingan, pada pertandingan kandang, tuan rumah tentunya tidak ingin kehilangan muka di depan pendukung fanatiknya. tidak semua tuan rumah memetik angka penuh tiga angka, seperti persema malang dijungkalkan tamu sri wijaya FC 0-1. di sisi lain tuan rumah banyak yang mendulang angka penuh dengan skor telak, seperti persik kediri membenamkan persitara jakarta utara 4-0. agak sedikit beruntung para tim tamu yang mampu membagi angka dengan tuan rumah, seperti PSIS main imbang dengan PSSB Beriuen. (mulyo)
DIarsipkan di bawah: Olahraga | Leave a Comment »
Selasa, 19-Desember-2006, 23:44:20
Oleh : A. Maulana al-Brebesy*
Sebagai partai yang lahir dari rahim PB NU, idealnya PKB bisa menyatukan potensi dan sumber daya manusia NU dalam suatu wadah politik tunggal yang baik. Namun realitasnya, hal ini tidak mudah dilakukan meskipun secara historis NU sedari awal turut berkiprah dan berpengalaman panjang dalam jagad perpolitikan bangsa, khususnya setelah menjelma sebagai partai politik sendiri, yaitu Partai NU (1952 – 1973). Sejarah bangsa pun mencatat, Partai NU waktu itu cukup solid dan begitu disegani oleh partai-partai lainnya karena kekuatannya yang besar.
DIarsipkan di bawah: Opini | Leave a Comment »
Dalam sebuah sidang Isbat, seorang wakil dari Muhammadiyah menyatakan bahwa untuk menentukan lebaran tidak perlu melakukan rukyah, karena perhitungan hisab yang akurat sudah bisa memastikan hilal akan muncul dan lebaran tiba.
DIarsipkan di bawah: Humor | Leave a Comment »
Kiai Sepuh Lebih Banyak Komunikasi dengan Elite
Sabtu, 17 Februari 2007, DPP PKB akan menyelenggarakan pertemuan ketua Dewan Syura PKB se-Jawa di Hotel Vedosia, Pasar Minggu, Jakarta.Setelah itu, Minggu, 18 Februari 2007, DPP PKB akan menggelar Majelis Silaturahmi Ulama Rakyat (Masura) yang bertema “Ngaji Bersama Gus Dur” di kediaman mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid di Ciganjur, Jakarta Selatan.Rencananya, agenda “Ngaji Bersama Gus Dur” itu akan menghadirkan sekitar dua ribu hingga tiga ribu kiai kampung se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).Mengapa pendekatan PKB lebih diintensifkan kepada kiai kampung? Bukannya kiai khos yang selama ini dikenal sebagai Kiai Langitan? Berikut petikan wawancara Jawa Pos dengan Ketua Dewan Syura DPP PKB KH Abdurrahman Wahid di Kantor PB NU, Jl Kramat Raya, Jakarta, kemarin. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Politik | 3 Komentar »